Berkurban dengan Hewan Betina. Bolehkah?

Paradigma akan berkurban sebagai sebuah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT tidak bisa dipungkiri, dan memang lillahi ta’ala landasannya. Berbagai metode dan permasalahan umat Islam dalam menjalankan ritual ibadah kurban tak pelak juga menjadi hal yang harus kita perhatikan. Hal itu pula yang mendorong beberapa masalah kurban dan dibahas dalam kesempatan sebelumnya.

Nah, pada artikel kali ini ada pertanyaan yang perlu kita diskusikan kembali. Bolehkah kurban dengan hewan betina?

Pertanyaan semacam ini terkadang luput dari perhatian para tokoh muslim yang beridiri di garda terdepan dan bersinggungan langusung dengan masyarakat sekitar.

Jika kita lihat secara eksplisit dari rujukan perintah yang ada, tidak dijelaskan secara jelas dalam suatu nash, baik Al-Qur’an maupun hadits terkait pilihan dan keutamaan jenis kelamin tertentu untuk hewan kurban. Namun para ulama mengqiyaskan kasus jenis kelamin hewan kurban ini dengan hewan untuk aqiqah.

Baca juga: Hukum Berkurban Dengan Hewan Selain Unta, Sapi, Dan Kambing

Hukum Berkurban dengan Hewan Betina

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmū’ Syarḥ al-Muhadzzab juga pernah menjelaskan terkait hal ini. Menurut An-Nawawi, jenis kelamin hewan kurban ini dianalogikan dengan hadits yang menjelaskan kebolehan untuk memilih jenis kelamin jantan maupun betina untuk aqiqah.

ويجوز فيها الذكر والانثى لما روت أم كرز عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا

Artinya: “Dan diperbolehkan dalam berkurban dengan hewan jantan maupun betina. Sebagaimana mengacu pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Kuraz dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau pernah bersabda “(aqiqah) untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing. Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah.” (Lihat: An-Nawawi, al-Majmū’ Syarḥ Muhazzab, Beirut: Dār al-Fikr, tt., j. 8, h. 392)

Menurut An-Nawawi, jika jenis kelamin jantan maupun betina dalam hal aqiqah saja tidak dipermasalahkan maka dalam konteks kurban juga sama. Tidak ada masalah.

وإذا جاز ذلك في العقيقة بهذا الخبر دل على جوازه في الاضحية ولان لحم الذكر أطيب ولحم الانثى أرطب

Artinya: “Jika dalam hal aqiqah saja diperbolehkan dengan landasan hadits tersebut, maka hal ini menunjukkan kebolehan untuk menggunakan hewan berjenis kelamin jantan maupun betina dalam kurban. Karena daging jantan lebih enak dari daging betina, dan daging betina lebih lembab.” (Lihat: An-Nawawi, al-Majmū’ Syarḥ Muhazzab, Beirut, Dār al-Fikr, tt., j. 8, h. 392).

Berdasarkan hal ini, maka tidak ada keutamaan dalam memilih jenis kelamin untuk hewan kurban, baik jantan maupun betina, tidak ada yang lebih diutamakan. Karena yang paling penting adalah kesesuaian hewan-hewan yang akan digunakan untuk kurban dengan syarat-syarat sahnya hewan kurban.

Demikian sekilas informasi mengenai pertanyaan Berkurban dengan Hewan Betina. Bolehkah?. Semoga bermanfaat, salam.

Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *