Hukum Mengqodho’ Sholat Wajib karena Merasa Sholatnya Tidak Khusyu’

Hukum Mengqodho’ Sholat Wajib karena Merasa Sholatnya Tidak Khusyu’

Ada kebiasaan warga Nahdliyyin di beberapa daerah, saat bulan Ramadlan tiba mulai tanggal 1 s/d 15 Ramadhan mereka tidak melakukan shalat tarawih, tetapi justru mengqadha’ shalat lima waktu yang pernah mereka kerjakan dengan berjama’ah.

Mereka beralasan, mungkin shalatnya yang sudah-sudah dikerjakan tidak ikhlas atau kurang khusu’ hingga butuh pengulangan agar benar-benar yakin shalatnya diterima oleh Allah. Ditempat lain, ada kebiasaan seseorang wasiyat agar supaya shalatnya mulai ia baligh sampai wafat diqadha’ kembali oleh keluarganya. Alasannya pun juga mirip dengan alasan diatas.

Baca juga: Hukum melakukan praktek bayi tabung, wajib baca

Hukum Mengqodho’ Sholat Wajib karena Merasa Sholatnya Tidak Khusyu’

Pertanyaan:

Bagaimana menurut pandangan fiqih Islam terhadap praktik yang dilakukan oleh sebagian warga Nahdliyyin diatas?

Jawaban:

Berdasarkan hasil bahtsul masail LBM NU Kabupaten Sragen, bahwa hukum melakukan qodho sholat wajib dengan alasan karena merasa sholat wajib yang ia lakukan sebelumnya tidak khusyu’ sehingga melakukannya qodho’ sampai merasa sholatnya diterima adalah haram.

Seperti halnya praktek-praktek seperti telah dijelaskan di atas. Pendapt ini berdasarkan dalil berikut ini:

حاشية الجمل -)ج 3 / ص 31)

 فَرْعٌ ) قَالَ الْقَاضِي لَوْ قَضَى فَائِتَةً عَلَى الشَّكِّ فَالْمَرْجُوُّ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى أَنْ يَجْبُرَ بِهَا خَلَلًا فِي الْفَرَائِضِ أَوْ يَحْسِبَهَا لَهُ نَفْلًا وَسَمِعْت بَعْضَ أَصْحَابِ بَنِي عَاصِمٍ يَقُولُ : إنَّهُ قَضَى صَلَوَاتِ عُمْرِهِ كُلَّهَا مَرَّةً ، وَقَدْ اسْتَأْنَفَ قَضَاءَهَا ثَانِيًا ا هـ قَالَ الْغَزِّيِّ وَهِيَ فَائِدَةٌ جَلِيلَةٌ عَزِيزَةٌ عَدِيمَةُ النَّقْلِ ا هـ إيعَابٌ وَأَقُولُ فِي إطْلَاقِهَا نَظَرٌ إذْ لَا يَجُوزُ الْقَضَاءُ إلَّا لِمُوجِبٍ كَأَنْ جَرَى خِلَافٌ فِي صِحَّةِ الْمُؤَدَّاةِ أَوْ شَكَّ فِيهَا شَكًّا يُنْدَبُ لَهُ بِسَبَبِهِ الْقَضَاءُ أَمَّا الْقَضَاءُ لِمُجَرَّدِ الِاحْتِيَاطِ فَلَا يَجُوزُ فَيَتَعَيَّنُ حَمْلُ كَلَامِ الْقَاضِي عَلَى أَنَّهُ قَضَى بِسَبَبٍ مُجَوِّزٍ لِلْقَضَاءِ أَوْ مُوجِبٍ لَهُ وَكَانَ فِي نَفْسِ الْأَمْرِ لَا شَيْءَ عَلَيْهِ ا هـ إيعَابٌ ا هـ شَوْبَرِيٌّ

Demikian sekilas informasi mengenai Hukum Mengqodho’ Sholat Wajib karena Merasa Sholatnya Tidak Khusyu’, semoga bermanfaat, salam.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *