Mengenang 7 hari Wafatnya K.H Ali Musthofa, Brambang, Sragen

K.H Ahmad Musthofa atau sering dipanggil Mbah Ali, merupakan sosok Kiai yang membanggakan bagi keluarga, sahabat dan khususnya masyarakat Sragen dan sekitarnya. Hidup beliau penuh kesederhanaan, tegas dan penyayang serta dermawan. Beliau lahir di Demak, 17 Agustus 1950 dan menikah dengan Ibu Nyai Sumariyah. Dari pernikahan tersebut, beliau telah dikaruniai 6 putra, yaitu Musthofa Arwani, LC; Muhammad Yusuf Nur Hasan Dimyathi Shiddiq LC; Muhammad Sulaiman Abdus Syakur Al Alwahi; Muhammad Shofi Al Huda; M. Abdul Qodir AL Huda Al Judiyyi; Ghofirin Ahmad Syahid Abdurrahman dan menantu Siti Fathontul Karimah, S.H.I dan Nur Saidah LC.

Dalam perjalanan menuntut ilmu, beliau berguru kepada Al-Maghfurllah K.H. M. Arwani Amin Kudus; K.H. Mukmin Ahmad; K.H. Dimyati Rois Kaliwungu Kendal; K.H. Ahmad Basyir Jekulo Kudus; K.H. Dr. Romo Abdul Muis Idris Situbondo dan K.H. Masyhur Sragen. Amalan yang beliau istiqomahkan adalah setiap selapan sekali, beliau selalu berziarah ke Sunan Ampel Surabaya; melakukan puasa sunah Senin – Kamis; serta selalu melaksanakan sholat Sunah Rowatib.

Pindah Ke Sragen

Suatu hari Al Maghfurlah KH Masyhur pendiri Pondok Pesantren Banu Saudah sowan pada Al Maghfurlah  KH Arwani Amin Kudus  agar salah satu muridnya ikut bantu di pesantren Banu Saudah. Atas dawuh KH Arwani Amin  dipilihlah Mbah Ali, dan pada tahun 1975  hijrahlah Mbah Ali  ke Sragen.  Awalnya Mbah Ali bertempat dan ikut berkhidmah di pesantren Banu Saudah kemudian pindah di Semen, Karangpelem, Kedawung (sekarang ditempati KH Rosyid), tak lama kemudian beliau membeli sebidang tahah di Brambang, Wonokerso, Kedawung dan membangunnya sebuah pesantren yang bernama Pondok pesantren Al Huda dan membuka pengajian untuk masyarakat sekitar, kitab yang sering dikaji oleh Mbah Ali antara lain: kitab  tafsir jalalain, kitab riyadhus shalihin, Washiyatul Musthafa dan lain-lain. Selain membangun pesantren di desa  Brambang, di tahun 2002  dia  mendirikan pesantren di Cantel kulon diberi nama  Pondok Pesantren Ar Rahim.

Mbah Ali adalah sosok pejuang yang tak kenal lelah, hidupnya diwakafkan untuk berkhidmah pada ummat, semasa hidupnya beliau menjabat dewan khos pencak silat Pagar Nusa, Pengurus Thariqat muktabaroh yang ada di Sragen,  Dewan Penasehat Majlis Ratibul Haddad Kab. Sragen dan menjabat sebagai Mustasyar PCNU Kab Sragen periode 2016-2021. Disela-sela kesibukan semua itu,  ia masih menyempatkan diri untuk bertani dan berternak kambing untuk menafaqohi keluarganya.

Sosok yang disegani itu telah wafat dengan tenang pada usia 68  tahun, Rabu Legi  31 Januari 2018, atas wasiat beliau pada putra-putranya agar supaya di makamkan di komplek Pondok Pesantren Al Huda di dukuh Brambang, Wonokerso, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah. Semoga husnul khotimah. Amiin. Chomed

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *